Attribut to My Mom

by pemula crew

“Ribuan kilo jarak yang kau tempuh Lewati rintangan demi aku anakku Ibuku sayang engkau terus berjalan Walau telapak kaki penuh nanah penuh darah Seperti udara kasih yang engkau berikan Dengan apa ku membalas Ibu..ibu.... Ingin ku dekap dan menangis dipangkuanmu Sampai kutertidur seperti masa kecil dulu Iringi doa-doa baluti sekujur tubuhmu Dengan apa ku membalas Ibu..ibu....”

Sepenggal syair lagu Ibu dari Iwan Fals yang sangat menyentuh hati sanubari kita. Ibu yang sering digambarkan dengan sosok yang tua renta, lusuh, kumal. Apapun itu bentuk seorang ibu, tetap tidak akan ada yang menggantikan posisi sebagai seorang ibu. Segala pengorbanan yang tulus, ikhlas, dan tak pernah lelah untuk mendidik, membesarkan kita. Ibu tak pernah mengeluh, tak pernah bosan meskipun apa yang telah kita lakukan mungkin melukai hati mereka.
Jika kita kadang bertanya tentang makna atau arti dari sebuah cinta sejati. Apakah ada sebenarnya cinta sejati itu? Jawabanya ada dan itu hanya dimiliki oleh ibu-ibu kita. Cinta sejati itu memberi tak harus mengharap untuk menerima. Cinta sejati lahir bukan karena hasrat duniawi. Ibu yang memiliki itu semua.
Marilah kita coba merenung sejenak. Pernahkah kita melakukan sesuatu yang membuat ibu kita bangga, bahagia. Mungkin dengan prestasi, ataupun karya-karya kita. Pernahkah kita membuat ibu tersenyum dengan segala tingkah laku kita. Dan pertanyaan yang terakhir dan wajib kita renungkan, pernahkah kita berbakti pada Ibu kita. Marilah teman-temanku berbuatlah sesuatu yang membuat ibu kita bangga, bahagia, tersenyum sekali saja dalam hidup mereka. Mungkin dengan prestasi, karya-karya, atau dengan sikap tingkah laku kita. Mumpung ibu kita masih menjadi pendamping setia kita, mumpung ibu kita masih masih menjadi penasehat setia kita, mumpung ibu kita masih bisa memberi semangat dan motivasi.
Surga berada ditelapak kaki Ibu. Sungguh kalimat yang tepat untuk menggambarkan kemuliaan seorang ibu. Tanggal 22 Desember sebagai simbol betapa mulianya seorang Ibu. Hari Ibu, Hari untuk memuliakan sosok seorang Ibu. Selamat hari Ibu untuk Ibuku tersayang.

Meskipun aku harus menahan air mata untuk menulis tentangmu Ibu
Tapi aku ga ingin menjadi seorang yang cengeng
Karena aku dilahirkan dari ketegaranmu

Aku yang sering membuatmu sakit
Aku yang sering membuatmu bersedih
Aku yang sering membuatmu marah
Ibu ga secuilpun kasih sayang berkurang darimu
Dikala aku kehilangan motivasi
Engkau selalu menjadi bayangku untuk selalu membuatku semangat
Dikala aku terkurung dalam gelap
Engkau selalu menjadi lilin-lilin untuk menerangi jalan-jalanku
Disaat aku kehilangan semangat
Engkau selalu menjadi pengingat
Betapa engkau selalu berjuang keras untuk membesarkankaku

Aku tak kuasa menahan air mataku
Biarkan air mataku jatuh
Tapi aku bukan seorang yang cengeng Ibu
Aku menangis karena aku belum mampu berbakti padamu
Belum mampu membuatmu bangga dan bahagia

Aku ingat waktu kecil,
Betapa dengan sabar engkau menasehatiku
Meskipun kadang aku ga mendengarkan nasehatmu
Meskipun engkau marah padaku
Tapi itu wujud kasih sayangmu

Ibu meskipun jarak dan waktu mebuat kita jauh
Walau kadang aku menahan rasa rindu
Tapi aku sadar
Engkau lakukan ini untukku
Untuk anak-anakmu

Ibu....
Dengan apa aku bisa membalasmu
Dengan apa aku bisa membuatmu bahagia

Dipangkuanmu aku tertawa
Dipangkuanmu aku menangis
Dipangkuanmu aku menutup mataf

Selamat hari Ibu 22 Desember 2008

Indar

0 komentar on "Attribut to My Mom"

Poskan Komentar